Sekra 14

August 21, 2009

Dalam perjalanan menuju masjid untuk solat siang tadi, saya menyadari sesuatu.

Lingkungan rumah saya berubah, banyak.

Lapangan yang tadinya tebagi tiga, sekarang jadi empat karena lapangan bulu tangkisnya bertambah satu. Di dekat lapangan terdapat sebuah tembok rumah yang dilukis, saya tidak lihat dengan jelas lukisan apa itu, namun nampak bagus.

Ada sekitar lima-enam rumah yang direnovasi menjadi sangat berubah. Saya baru sadar pula, ternyata ada yang membuka usaha fotocopy, warung makan baru, dan penjual pulsa. Semua itu hanya berjarak 70-80 meter dari rumah.

Pepohonan ditebangi, beberapa rumah yang dulu punya kebun sekarang berubah jadi garasi untuk parkir mobil. Bangunan yang dulu bobrok, sekarang telah dipugar.

Dalam perjalanan, saya bertemu banyak orang. Saya bertemu teman-teman lama, walau tak saya sapa semuanya. Saya melihat wajah-wajah yang sempat ter-‘Paste Shortcut’ di memori saya ketika TK, wajah-wajah yang familiar saat SD, dan wajah yang sempat saya ingat ketika SMP. Dan sekarang saya sudah SMA, aneh rasanya. People do evolving, in a straight line.

Kemana saja saya selama ini?

Oh iya, saya sekolah.

Saya dulu Pengurus OSIS.

Sebenarnya saya tak terlalu ingin menulis tentang ini, mungkin karena saya tidak terlalu suka fakta bahwa sekarang saya bukan lagi Pengurus OSIS.

Saya dulu anak biasa, berkawan dengan teman yang itu-itu saja, berkutat di tempat yang itu-itu saja, dengan kehidupan sekolah yang itu-itu saja. Saya tak terlalu peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar saya. Orang berseliweran, orang menangis-nangis, orang teriak-teriak, orang marah-marah, tak secuil pun peduli saya akan semua itu.

Sampai ketika saya membuka map coklat yang saya beli seharga 5 ribu rupiah. Map yang saya beli cuma karena teman-teman saya juga membelinya. Mendapati berlembar-lembar kertas berisi berbagai macam persyaratan dan tetek bengek lainnya, entah kenapa saya merasa bertemu dengan teman lama, ‘tantangan’.

Sebegitu susahnya cuma untuk memakai jas itu?

Yes. And all I can say now, it was worth.

Semua proses yang dianggap orang sebagai lelucon, anekdot, atau mungkin hiperbol, telah membuat saya berkembang (dan mungkin bertumbuh) menjadi seseorang yang mampu memaknai. Bahwa segala hal di dunia ini tak ada yang hanya sekedar lewat, semua punya maksud dan makna, hanya kita yang terlalu malas untuk menyingkapnya.

Dan setahun saya bersama 28 orang lain di ruangan sempit itu, tentu punya maksud dan makna.

Senyum, senang, tawa, canda, ria, muram, lara, sedih, tangis, duka, muak, sebal, kesal, teriak, amarah, jatuh cinta, patah hati, jatuh cinta lagi, selisih pendapat, tengkar, ide, 

membuat kami jadi keluarga.

Namun adakah yang lekang dimakan waktu?

Kami memang keluarga, dan sekarang saatnya untuk keluarga baru. Kereta generasi akan terus berjalan di atas waktu sebagai relnya. Kita boleh mengukir di atas batu, tapi tak bisa salahkan hujan yang mengikis dan lumut yang menutupi.

Maka Netradhiira Pattvisekra, inilah akhir. Dan setiap akhir adalah permulaan yang baru. Selalu ada pelangi setelah hujan, selalu ada terang setelah gelap, selalu ada pagi setelah malam.

Lihat mereka yang telah kita didik, berlari ke atas bukit membawa pagi yang baru.

Mari temukan pagi kita masing-masing.

Muhammad Pranasa sudah di Universitas Indonesia, Ayu Rahmatini sudah di Swiss. Semoga menjadi pertanda bahwa pagi kita nanti akan indah.

Sekarang saya bisa solat dhuha ketika istirahat pertama, mengulang pelajaran ketika istirahat kedua, sampai di rumah sore hari sehingga saya tidak lagi merasa asing dan tertinggal atas perubahan di lingkungan saya sendiri. Saya tak lagi perlu berlari menyongsong peluit. Sekarang, saya hanya perlu berlari kearah masa depan saya sendiri.

Terima kasih untuk setahun yang indah, teman. 

Demisioner bukan kiamat. Like what Muhammad Rifqi said in his message,

…kita belum selesai dan tak pernah selesai.

Air mata sudah seharusnya membawa perubahan, jangan biarkan mereka cuma mengalir dan jatuh.

Dan saya pun kembali ke kehidupan yang itu-itu saja. Tapi bukan berarti tak bermakna, kan?

Netradhiira Pattvisekra 14.

Advertisements

14 Responses to “Sekra 14”


  1. Good is never good enough. Terus berjuang!

    • kadarisboy Says:

      Hehe iya kak, makasih banyak ya kak selama ini, dari capsis sampai bahkan setelah demisioner, selalu jadi mentor buat kita, tour guide kita yang menujukkan jalan kehidupan (haha lebay). Terima kasih, Kak Fauzan Al-Rasyid!

  2. olao Says:

    labiba hanani like this.
    tumbenan nih lo ber saya saya ria. supaya lebih dramatis ya? haha
    coba varca nya baca ya. hem paragraf terakhir cukup touching jg.
    oke banget deh kita belum selesai dan tidak akan pernah selesai.

    dan sepertinya emg bener. lo lebih oke di blog di daripada ngomong. haha canda.

    • kadarisboy Says:

      iya, biar lebih ‘gimana gitu’, haha, ntar kalo tulisan nyantai juga pake gue gue lagi. Yaudah deh bawa laptop kemana2 aja kali ya, kalo mau ngomong mendingan diketik dulu

  3. angsie 3 yg lembut g lemah,feminim,baik Says:

    Wihi,oke deh di
    eh emang setaun kemaren lo ngga pernah solat jumat dirumah?yaoloh

  4. olao Says:

    yaoloh lucu abis. gue sampe bingung mau ketawa apa nggk. dah.

  5. Medski Says:

    Gilee bahasanya ga nahan

  6. Medski Says:

    Nyeeh anak bahasa yaa? Haha

    • kadarisboy Says:

      Apa gue bikin blog fisika aja biar dikira beneran anak ipa? haha. Lo orang kesekian ribu (lebay) yg ngomong kayak gitu. Gue iyain aja kali ya, siapa tau emang rejeki gue nanti dsitu.

  7. Medski Says:

    Hahaha silahkan, tulis aja 100 rumus fisika baru yakin deh anak ipa hehe, iya betul siapa tau nanti ini blog awal lo meniti karir ka hahai

  8. ayu :D Says:

    wah makasih di, ada tulisan ttg guenya, haha. hrsnya ditambahin “semoga ke 29 sekra bisa liburan di swiss bersama nanti, amin :)”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: