On-ternet

August 29, 2009

Hari ini gue puasa sehari penuh loh, hahaha.

A friend said,

Bikin postingan jayus lagi dong

Hm kayaknya emang udah lama gue gak nulis sesuatu yang santai. Mungkin karena gue nya sekarang juga kebanyakan santai, jadi ngapan nulis sesuatu yang santai padahal gue sendiri tenggelam dalam kesantaian?

apasih.

Duh gue gak janji ya bisa bikin tulisan yang jayus. Lagian ini orang aneh-aneh aja sih, bukannya minta bikin postingan lucu malah minta postingan jayus. Ya buat apa? Kan jayus.

Brarti sekarang pandangan orang terhadap jayus lambat laun makin berubah. Paradigmanya sudah tak lagi ‘jayus itu tidak lucu’, melainkan sekarang ‘jayus itu lucu’. Dulu jayus lebih rendah dari lucu, tapi sekarang jayus itu setara dengan lucu.

Kalau jayus itu lucu, lalu lucu itu apa?

Berarti lucu itu adalah sebuah level yang tidak tersentuh. Orang tertawa karena jayus, bukan karena lucu. Jadi para pelawak sekarang sudah tidak lagi melucu, tapi menjayus. Dan gak ada orang yang bisa mencapai level ‘lucu’.

APASIH.

Gila, hampir 200 kata sendiri, cuma buat ngebahas jayus!

Karena hidup gue akhir-akhir ini datar, jadi mari membahas sesuatu yang santai.

Wacana Umum: Internet

Wacana Khusus: Aku dan Internet

Yang jelas situs jejaring sosial dengan segudang fasilitas yaitu Facebook semakin chaos. Bukan chaos sambel, tapi chaos=kacau. Kenapa? Karena sudah terjangkit virus-virus A to the L to the A to the Y. Emang gak berhak sih gue ngejudge seseorang cuma berdasarkan tO3LizZ4n nya atau gaya berfotonya. Tapi maaf sobat, Jakarta memang keras.

Dulu, waktu gue mainannya masih Friendster, gue menganggap situs ini kuerrren abez. Latar belakang bisa digonta-ganti sesuai mood (cukup dengan ilmu copy paste). Bisa bikin tulisan kerlap-kerlip (lagi-lagi cukup dengan copy paste). Bisa ketemu orang-orang baru (kalau ini copy darat).

Berasa dunia dalam genggaman kalo udah mainan FS.

Tapi semuanya berubah setelah paman gue menunjukkan blackberry miliknya. Sebenernya bukan BB nya yang bikin gue kesengsem, tapi cerita-cerita dia soal sebuah situs live sex pertemanan yang bertajuk Facebook. Udah lama juga sih taunya, tapi belom pernah buka. Sampai dirumah, gue langsung aja tancap gas ke TKP, bikin sebuah akun dengan NAMA ASLI. Dan disitu gue mulai bertemu akun orang-orang juga dengan NAMA ASLI. Gak kayak FS yang namanya macem-macem kayak ‘dHeLz cH4nTiqUe’ atau yang norak kayak misalnya ‘kadarisonfire’.

Rasanya familiar ya?

Gak kok, sekarang famijinak.

Situs ini terasa lebih elegan, tampilannya samaaaaa semua, jadi gak pusing ngeliat glitter-glitter, atau harus scroll atas bawah buat nyari player sehingga bisa matiin lagu di profilenya. Selain itu, gak perlu ngereload halaman lagi ketika kita memberi komentar, gak kayak testi di fs. Sebegitu gampangnya mengomentari sesuatu, ngelike status orang, sharing foto atau video dan ngetag orangnya. Belum lagi ditambah ratusan aplikasi unik berupa games, polling, kuis-kuisan tentang diri sendiri, atau malah ramalan kartu tarot.

Everybody loves Facebook!

(yang juga bikin keranjingan adalah ngeliat Wall-to-Wall orang)

Tapi yaa namanya perkembangan jaman, teknologi sudah makin terjamah, jadi sekarang sekelompok-orang-yang-tidak-perlu-disebutkan-lagi-namanya itu sudah bisa menjangkiti FB, walaupun belum sampai tahap ‘mengganggu’.

Sekarang gue sendiri juga mulai mengurangi frekuensi buka FB. Tadinya 5 kali sehari jadi 4 kali sehari, haha.

Dewasa ini, gue lagi cukup ngefans sama Twitter. Gatau ya, padahal gak ada bedanya sama update status di FB. Mana gitu karakternya terbatas pula, 140 doang, lebih dikit dari sms. But i just love it! haha, mungkin kayak mini blog kali ya, gue bisa menuangkan apa yang ada di pikiran gue saat itu juga, dan juga ngeliat apa yang sedang orang lain lakukan. It’s kinda fun and addictive.

Ya, dan kadang gue suka ngerasa bingung pas ngeblog, karena udah keseringan tweet.

Tapi gue akui, untuk saat ini gak bakal sepenuhnya melepas FB yang bisa memberi informasi berlimpah ruah, cuma dikurangin aja.

Dan yang pasti, there’s no place like blog!

Jangan berhenti ngeblog ah, blognya laku tuh haha

Yep, i’ll keep that in mind, hha. Emang sih gue belum apa-apa dibanding teman-teman lain yang blognya canggih, bahasanya bagus. Tapi gue gak mau berhenti. Every professionals were an amateur, right? Jadinya gue akan berusaha sekeras mungkin untuk tidak berhenti.

Lah kalo nanti sekelompok-orang-yang-tidak-perlu-disebutkan-lagi-namanya itu sudah menjamah blog?

Tau ah, gue udah punya situs sendiri kali, haha amin.

For now, my best regards for WordPress, fellow bloggers and readers!

ADIos!

Advertisements

4 Responses to “On-ternet”

  1. happy! :) Says:

    WOY JHAYUSNYA BUSETDAAAAH adii adi

  2. kadarisboy Says:

    asik, gue lucu! haha.
    Selamat untuk saudara Happy, komentar anda adalah komentar ke-500 di blog ini! Hadiah bisa diminta di sekolah, tanda tangan saya plus poster menarik ukuran jumbo beserta bingkainya.

  3. salsao Says:

    ngek. sumpah di. gue juga jd keranjingan fb. fs gue tinggal haha.
    4x sehari? wow. bilang aja di terus terang kalo lo suka menggosip haha

    • kadarisboy Says:

      bukannya menggosip, tapi kata Pak Ustad yang namanya kabar baik itu kan harus disebarkan, betul gak? hahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: