Pembawa Surga

December 22, 2009

Entah dunia memang diciptakan berat sebelah, atau para penghuninya yang berbondong-bondong bergerak ke satu sisi, sehingga sampai saat ini yang namanya wanita selalu derajatnya dibawah. Dibawah laki-laki tentunya. Kalau diurut, mereka ada di nomor dua, nomor tiganya binatang.

Diciptakan dari tulang rusuk pria, wanita adalah sidekick kami. Superhero selalu lelaki. Sekalinya ada wanita pun komiknya tidak laku, atau superhero lelakinya tetap lebih kuat. Sama saja.

Lelaki diidentikkan dengan kata perkasa, pemimpin, atau favorit saya: kuat. Kalau ditanya kenapa begitu, maka akan dijawab memang sudah seharusnya begitu (baca: tidak tahu jawabannya dan tidak peduli). Saya sendiri, yang lebih kurangnya adalah lelaki, pun berpikir demikian sampai pada akhirnya becabang setelah sebuah perenungan di hari ini. Hari Ibu.

Sejenak saya intip kamar ibu yang pintunya terbuka. Niat saya ingin membangunkannya dan mengucapkan selamat hari ibu, tepat pukul 12 malam. Namun niat tinggallah niat, urung terlaksana. Wajahnya yang mulai menunjukkan garis keriput terlihat lelah setelah mengurusi saya yang banyak makan dan adik saya yang susah makan. Dia sudah hilir mudik membereskan rumah, yang buat saya pekerjaan sia-sia karena toh akan berantakan lagi.

Tetap saja dilakukannya, agar keluarganya tetap merasa nyaman, betah dirumah.

Mubazir, karena anaknya merasa bosan liburan dirumah. Mereka ingin keluar ke luar, ke mall, ke rumah kawan akrabnya yang sudah setiap hari bertemu di sekolah tapi masih kurang puas, ke tempat-tempat pusat kesenangan, atau kemana saja asal tidak dirumah. Semakin sia-sia usahanya membersihkan rumah.

Ibu saya tidak bodoh, dia pasti tahu itu. Dia pernah muda, tidak lahir langsung jadi ibu.

Dia tidak mengenyam pendidikan tinggi, hanya lulusan SMA. Sempat kuliah namun terhenti karena berbagai hal. Namun ia begitu cerdas, entah darimana didapatkannya kecerdasan itu. Dia cerdas, karena dia mampu mencerdaskan anaknya. Bangga saya.

Hidup kami susah, tapi tak ada kesusahan tersirat di wajah dan perilakunya. Sungguh wanita luar biasa.

Apakah semua wanita seperti dirinya? Atau saya yang sangat beruntung?

Melihat betapa sulit perjuangan ibu, hati saya jadi terpanggil. Cita-cita itu adalah untuk menjadi seorang ibu yang baik. Tapi ternyata saya ini laki-laki, tak punya hati yang tulus dan bersih, tak punya keikhlasan untuk mengorbankan hidup demi nyawa baru yang telah dikandung, tak punya kesabaran untuk merawat dan menjaga makhluk yang bahkan tak pernah berucap terima kasih atas apa yang saya lakukan. Dan yang terparah, saya tak punya wajah cantik untuk menjadi seorang ibu.

Karena segala keterbatasan itu, saya memutuskan bercita-cita menjadi seorang ayah yang baik. Dengan begitu, di masa depan saya bisa meciptakan ibu-ibu lain yang baik.

Fathers be good to your daughters

Your daughters will love like you do

Girls become lovers who turn into mothers

So mothers be good to your daughters too

John Mayer – Daughters

Wanita menanggung amanat berat yang disematkan Tuhan, untuk menjadi sumber kehidupan. Ibu saya salah satunya, begitu pula dengan ibu anda.

Wanita adalah air hujan ditengah kemarau panjang, genangan air ditengah gurun sahara, salju diantara terik matahari, atau nasi padang ditengah wabah kelaparan.

Namun tak banyak wanita yang bisa memberi kasih sayang, semangat, dan cinta yang cukup untuk membuat seorang laki-laki menjadi lelaki sejati. Beruntunglah saya punya dua.

Untuk semua wanita luar biasa,

selamat Hari Ibu.

Dan jangan sering-sering main sepak bola, nanti surganya porak-poranda.

Advertisements

5 Responses to “Pembawa Surga”

  1. happy Says:

    bahasa lo knp jadi kaya papin dikit sih? tapi like this deh tetep. alamat blog gue ganti di, diganti ya itu di blogrollnya

    • kadarisboy Says:

      err iya ya? udah sangat lama tidak menulis. dan kayaknya kalo pke bahasa santai ‘gue-lo’ jadi kurang dapet aja maknanya, hhe. maafkan saya mbah papin, masih kurang ilmu. i’ll fix it for the next post. oke gue ganti ya.

  2. salsa Says:

    haha jadi kalo lo punya anak cowo ga diurus? wakakaakakka
    hebat skali kau di.
    oya by the way, komik cat woman laris dengan pesat.jadi cat woman lebih oke dr si manusia labah2 dan manusia sok super bernama superman, atau mungkin power rangers. oya power rangers pink sm kuning kan cewek hahahaha

    • kadarisboy Says:

      ya diurus lah sal, biar nanti dia jadi ayah yg baik dan bisa mengurus anak perempuannya agar jadi ibu yg baik juga. kao laris atau enggaknya emang gue gatau pasti, tapi coba perhatiin deh, superhero wanita lebih tidak diminati. gatau sih, selera orang kan beda2. power ranger juga yg cewek cuma 2. kenapa gak sama-sama tiga coba? apa karena tidak mau terlihat seperti biro jodoh makanya ceweknya dikurangin satu?

  3. Don Papin Says:

    Saya aja ga tau bahasa saya mirip apaan Hap, tapi yang jelas masih Indo lah, saya juga pingin nulis jadinya. Jadi nulis tapi awak lai stres mikirn UTS


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: