IP, GD

June 28, 2011

(Tanda koma pada judul sangat krusial, karena kalo dibaca tanpa koma bakal menimbulkan fitnah)

Sebenernya udah lama sih pengumumannya. Penjurusan yang udah bikin galau sepanjang tahun. Akhirnya penantian panjang berakhir dengan…

Use google if you don't know what on earth is 'geodesi dan geomatika'

Or use google earth instead. Syalalalala Kebumian.

IP gak ada screenshotnya ya, kalau di ITB ada yang namanya SARIP bos! (Suku, Agama, Ras, dan IP)

Saking senengnya, gue udah gak peduli berapa angka yang ditunjukkan si Indeks Prestasi Kampret tersebut. Ini yang gue pengen, gue mau, dan gue bersyukur banget karena ternyata keberuntungan gue belom abis.

Sebenernya kalo menilik lagi kebelakang, belakang banget, tepatnya ketika gue memutuskan buat ngambil FITB, pengennya masuk Geologi. Di fakultas gue jurusan yang paling dikenal, kalu bukan satu-satunya yang dikenal, ya Geologi. Entah udah berapa kali gue mengalami percakapan macam…

P: Kuliah di jurusan apa?

A: (bingung karena belom punya jurusan) Fakultas Kebumian, Om/Tante/Ka/Coy

P: Kebumian? ….

A: (sebelum percakapan jadi canggung) Engg, Geologi, Om/Tante/Ka/Coy

Barulah ada anggukan dari si penanya, tanda bahwa dia mengerti. Atau makin gak ngerti jadinya diiyain aja. Sayangnya si Geologi ini banyak peminatnya, sehingga menimbulkan persaingan ketat. Banyak yang akhirnya harus mengalah dan mengambil pilihan kesekian.

But no, that’s not me. Gue gak milih Geodesi karena menyerah dalam pertarungan, tapi karena emang dalam perjalanan menuntut ilmu di bawah belalai Ganesha ini gue menemukan bahwa jurusan ini lebih sesuai buat gue. Meskipun nilai kalkulus seakan tidak merestui. But here I am now, making the most out of it

Gue gak menampik kalo IP gue ‘tidak tinggi’. Orang-orang yang selalu in denial akan berteriak “IP itu gak penting, yang penting gimana caranya lo jadi mahasiswa yang bermanfaat!”

Bukan berarti statement di atas gak bener, tapi entah kenapa kok yang ngomong begitu bukan yang IPnya tinggi ya? Berarti itu cuma denial dong? Gue sih lebih suka buat menerima dengan kepala tegak. Iya IP gue tidak tinggi, dan itu salah gue sendiri karena males, bukan salah orang lain, bukan salah orang-orang yang IPnya lebih tinggi. That’s it.

Gue akan menapaki sebuah bab baru dalam hidup ini, yang mudah-mudahan jauh lebih bagus. TPB bisa dibilang adalah titik terendah sepanjang hidup gue yang emang udah rendah ini. It’s over now, no need to hold my breath anymore.

I welcome you, Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung.

Adios!

(FYI, smester 2 sebenernya naik, tapi cuma 0,01. Semacam gak ada rasanya. Alhamdulillah sih, paling enggak bisa dengan bangga menyatakan kalau smester ini naik, fuckyeah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: