CAPSis

May 3, 2009

Sebelum masuk ke intinya, gue mau pamer sebentar.

PADUS SMAN 81 JUARA 1 MEN!

Haha, gak sia-sia dah latian ngambil jam pelajaran (padahal emang maunya cabut). Gapapa lah sombong sedikit. Tak sombong berarti tak bisa.

Oh iya, juaranya di lomba Rhapsodie with Scraft, rancangannya teman-teman seperjuangan di SMA 61. I have to say, it’s a decent work guys! Buat tatra, sori ya gak nonton tadi, gara-gara digoda kerak telor, haha. Gue yakin kalian pasti bagus kok, cuma kurang hoki.

Oke, kembali ke yang mau gue bahas.

Tanggal 17 Agustus sudah tinggal menghitung hari. Tapi gue gak mau ngitungin, males juga. Yang berarti pula, sebentar lagi gue akan melepas jabatan sebagai Pengurus OSIS masa bakti 2008-2009.

Hari Kamis kemarin, Sekra mengadakan presentasi di aula, menampilkan slide-slide kreasi Muhammad Rifqi. Dan gue sempat berkecamuk melihatnya.

So, here we are, getting closer to the day that we thought would never come…

Ada satu pertanyaan dari salah satu penonton waktu itu.

Kalau jadi capsis harus botak kak?

Hal sama yang gue pikirkan setahun lalu. Apa hubungannya antara model rambut dan jadi PO? Sampai sekarang memang gue sendiri belum menemukan sebuah alasan konkrit selain untuk kerapihan. Yang gue percaya saat ini adalah kalau dulu gak botak, gue gak bakal kayak sekarang ini. Semua proses yang gue alami waktu itu, membentuk kepribadian gue yang sekarang. Dan gue bangga akan hal itu.

Menjadi capsis adalah momen-momen indah yang gak mungkin bakal gue alami lagi di tempat atau organisasi lain. Sekarang jadi tugas gue untuk mentransfer momen indah itu ke adik kelas gue.

Jika tidak ada aral melintang, besok sudah mulai dibuka stand pendaftaran Capsis di depan sekretariat OSIS. Jadi buat para Solaris, jangan ragu ataupun sungkan buat datang, dan mengambil formulir tentunya. Gue percaya angkatan kalian punya banyak potensi, dan nantinya sanggup buat jadi ‘pengelola’ sekolah ini di kelas 11 nanti.

Selamat pagi, Capsis!

Selamat malam, Sekra.

Advertisements

Elect

April 11, 2009

(Telat banget memang, baru sekarang ngebahas ginian. Tapi lebih baik telat telat daripada enggak sama sekali kan? Lebih baik gak telat lah)

Kelahiran gue yang ada pada tanggal 14 Juli 1992 menghambat gue untuk ikut pemilu tahun ini. Yah, padahal gue pengen ikut, paling enggak buat menandakan bahwa gue sudah terjun ke kehidupan masyarakat. Dan tanpa parasut, jadi harus hati-hati.

Entah ini cuma perasaan gue atau gimana, tapi kayaknya pemilu tahun ini kurang ‘meriah’ dibandung tahun 2004. Kalau dari soal atribut caleg sih memang gak kalah, tapi lebih kepada gaung dari pemilu itu sendiri. Kayak kurang publikasi dan sosialisasi, apalagi sekarang kan sistemnya beda dibanding tahun lalu.

Sebagai seorang yang tidak ikut pemilu, tidak mengerti secara detil seperti apa pemilu, tidak berada di bangku parlemen, atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan pemilu, berarti gue adalah outsider, yang berarti juga mungkin tak pantas untuk memberi kritik karena tak tahu apa-apa. Namun begitu, justru kritik dari outsiders adalah kritik yang jujur, berdasarkan apa yang dilihat, dan bisa jadi adalah pelajaran yang berharga. Lihatlah kritik dari isinya, bukan penyampainya.

Ya, dan inilah poin-poin yang gue garisbawahi, secara harfiah.

1. Kebanyakan Partai

Banyak partai sebenarnya lebai. Lebih dari 30 adalah jumlah yang menurut gw terlalu banyak. Memang sih, ini menunjukkan kalau negara kita menganut demokrasi, dengan membiarkan orang-orang bebas bersuara dan ikut terjun ke dunia politik. Tapi justru partai-partai yang ada jadi kurang efektif.

Ada partai yang memiliki ideologi sama, tapi menolak untuk bergabung, atas alasan gengsi. Ada pula partai-partai kecil yang merupakan ‘puing-puing’ dari partai besar yang sudah ada. Ada pula partai yang pemilu lalu kalah, sekarang pakai nama baru, padahal orangnya itu-itu juga. Lalu tujuan adanya partai buat apa?

Partai bukan lagi menampung aspirasi politik, namun jadi ‘kendaraan politik’ bagi kaum beruang (punya uang). Mencoba menggapai kekuasaan, dengan bantuan visi misi palsu dan sedemikian atribut, serta kampanye tak sehat yang berimbas pembodohan rakyat.

Seperti inikah orang-orang tertinggi Indonesia nantinya?

Menurut gue pribadi, 15 partai saja sudah lebih dari cukup untuk menampung ideologi-idelogi yang ada. Jumlah tersebut ideal, tidak seperti sekarang, yang akhirnya berefek pada pemborosan kertas pemilu. Partai-partai itu memakan tempat di kertas suara, berikut calegnya (yang kebanyakan namanya gak dikenal, jadi malas milihnya). Kalau partainya dikurangi, bayangkan berapa banyak pohon yang bisa diselamatkan karena berkurangnya jumlah kebutuhan kertas.

2. Kampanye Kotor

Kotor, dilihat secara estetika, ataupun ‘kotor’ dalam pelaksanaan.

Spanduk-spanduk, umbul-umbul, baliho, stiker, pamflet, pin, bros, kalung, bando (lah?) segala macam atribut bertebaran dijalan, tanpa mengindahkan unsur keindahan. Menutupi pohon, melintang kabel listrik, menjajahi tembok-tembok, mereka semua ada di setiap sudut. Wajar sih, mereka promosi, menjual diri supaya dikenal masyarakat, agar mereka bisa menang. Sudah sewajarnya dalam persaingan politik untuk berpromosi. Lalu?

Coba lihat pasca pemilu nanti, kota ini bakal semakin kumuh.

Dan sampai sekarang, masih bermunculan kasus kampanye ilegal, dengan membagikan uang atau sembako, biar dipilih rakyat kecil. Yang ketangkap basah cuma sedikit. Sisanya ketangkap kering? bukan. Sisanya berdalih ‘sedekah’.

Yang makin marak adalah kampanye menggunakan dunia maya. Blog, Friendster, Facebook, semua Social-linking Website diserang patriot-patriot kampanye dari berbagai panji parpol. Dan lagi-lagi, masih tetap kotor. Spam serta komentar-komentar kasar mewarnai dunia maya.

Baru-baru ini gw ngeliat di Facebook, sebuah perkumpulan yaitu ‘Say NO to Megawati. Dan gue MALU sama kelakuan orang-orang Indonesia. Karena merasa aman dan gak mungkin diserang di dunia maya, mereka berkomentar as delicious as forehead (seenak jidat) dengan kata-kata kasar. Tindakan yang sangat pengecut, dan tidak memberi solusi pula. Kritik sudah seharusnya disertai solusi, bukannya sok menggurui, atau sekedar mencaci. Dan ada pula beberapa anak 81 yang ikutan. Hadeh, terserah lah.

Bukan berarti gue pro Megawati, paling tidak gue akan menyampaikan ketidaksukaan gue terhadap dia, atau yang lain, dengan cara yang lebih terhormat. Jadi, baik pemilih maupun yang dipilih, mari sama-sama benahi diri.

3. Administrasi Berantakan

DPT sepertinya menjadi momok dalam event lima tahunan kali ini. Yang namanya ada 3 lah, atau gak ada sama sekali malah, banyak banget kejadian kayak gitu. Nyokap gue juga jadi golput gara-gara gak terdaftar. Bayangkan, nama istri bokap gue disitu malah jadi nama orang lain! Untung nyokap gue gak keburu mencak-mencak, jadi sampai detik ini gue gak broken home.

Dan tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang harusnya bisa diperbaiki. Gak perlu sampai bagus banget lah, yang penting bisa menjangkau seluruh suara yang ada di Indonesia dan bisa diolah dengan baik pula.

Postingan gw yang ini emang rada ngebosenin, haha. Kayak artikel-artikel di majalah bisnis. Tapi ini satu merupakan bentuk kecil kepedulian gue terhadap negara tercinta ini. Selain itu, mudah-mudahan bisa menjadi langkah kecil dari perjalanan gue untuk menjadi Mahasiswa FISIP UI. Amin!

ADIos!

Lelaki

March 25, 2009

Maaf buat para penggemar yang sudah mengirimkan protes melalui surat ke ‘PO Box obox airnya diobox-obox’ karena blog gw yang ini sudah lama tak ada update.

…blog gw yang ini sudah lama tak ada update.

Emang ada blog yang lain?

Yep, now there is! Blog gw yang baru diberi nama ‘kaleidoskop’. Kalau mau lihat-lihat, silakan diklik.

Kok bikin blog baru? pindahan?

Iya, gw pindahan ke blog M.

Gak kok, kaleidoskop sendiri tujuannya bukan buat menghibur pembaca atau memberi informasi, tapi lebih kepada catatan hidup yang dikemas dan diremas-remas dengan kata-kata yang gemas sehingga menjadi emas. Kejadian-kejadian hidup yang digambarkan dengan tidak gamblang seperti blog ini. Selain itu juga menjadi sarana publikasi buah tangan gw sebagai penulis pengetik.

Coba diintip ya, kawan-kawan!

Blog gw dua-duanya aktif kok, gw bakal posting secara berhala.

Salah, maksudnya berkala.

Kembali ke judul. Apa yang mau gw bahas?

Yaitu tentang lelaki, dilihat dari sudut pandang gw sebagai lelaki yang telah menjalani pahit getirnya jadi ‘mahluk batangan’.

Ini cuma perspektif gw, gak semua yang gw tulis sesuai dengan kenyataan.

Nabi Adam, manusia pertama di dunia, adalah seorang lelaki. Ayat Al-qur’an mengatakan bahwa lelaki adalah imam, pemimpin. Sebagian agama juga mempercayai Tuhan mereka sebagai sesosok lelaki. 

Kenapa?

Tak tahu.

Lelaki dikatakan lebih menggunakan logika dibandingkan perasaan, sehingga berpikir lebih taktis. Lelaki dikatakan memiliki fisik yang lebih kuat dibanding perempuan, yang mampu membentengi mereka dari masalah dan cobaan yang bertubi-tubi menghujam. Lelaki dikatakan memiliki mental baja, sehingga mereka tidak akan berbelas kasihan, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Lelaki terlahir untuk jadi pemimpin.

Bangga jadi lelaki? Tidak, soalnya teman yang lain juga kan lelaki.

Lelaki kebanyakan pendiam, dan tidak seperti perempuan yang dengan mudah bisa mendapat teman. Lelaki itu hidupnya ‘ugal-ugalan di jalan tol’. Lelaki lebih suka memenuhi ponselnya dengan games daripada foto. Lelaki jauh lebih mencintai sepak bola dibanding ketiaknya sendiri. Lelaki selalu ingin jadi lebih baik daripada bapaknya.

Tapi satu hal yang paling utama,

Lelaki itu harga dirinya tinggi.

Entah selembut apapun sifatnya, setenang apapun pembawaannya, sebijak apapun sikapnya, kalau diajak berantem dan diejek sebagai pengecut, mereka akan melayaninya. Karena harga diri lelaki terlalu tinggi. Mereka tidak akan mau malu didepan musuhnya. Mereka tidak akan terima dilecehkan yang lain.

Lelaki sejati itu harus kuat,

berotot kekar,

bermental baja,

tidak takut apapun.

Namun buat gw, lelaki sejati itu adalah lelaki yang siap menggadaikan harga dirinya untuk sesuatu yang jauh lebih baik dan bermanfaat.

Lelaki memang brengsek,

makanya gw gak suka lelaki…

ADIos!

Pra

March 13, 2009

Alkisah di SMAN 81, ada satu acara yang sudah turun temurun entah sejak kapan, yang dinamakan LTUB (Lomba Tata Upacara Bendera). Acara yang memiliki tujuan mulia agar murid 81 bisa mengikuti upacara dengan baik, jadi diadakanlah acara ini buat kelas X.

Ya secara fakta, memang tujuan itu sangat sulit dicapai.

Ini memang bukan acara besar,

tapi buat gw sangat emosional.

Kenapa emosional? Karena persaingannya ketat dan menyangkut gengsi antar kelas. Karena yang mengajar adalah alumni kelas X nya. Karena gw sekarang adalah Pengurus OSIS.

Setiap kali berbicara LTUB, pikiran saya selalu mengawang-awang ke momen itu, 1 tahun 13 hari yang lalu.

Saya ingat bagaimana kita telah berlatih keras. Saya ingat bagaimana kita semua berkumpul pagi-pagi dekat RS Harum untuk latihan terakhir kalinya. Saya ingat bagaimana saya berkeringat dingin memasuki sekolah. Saya ingat bagaimana kita ramai-ramai panik karena upacara mau mulai tapi masih belum ganti baju. Saya ingat kita baris di belakang X-1, tetangga kita. Saya ingat bagaimana semua kelas terlihat panik, dan saling berbagi kepanikan itu. Saya ingat bagaimana kita masuk lapangan sambil disoraki massa. Saya ingat kita baris waktu upacara pembukaan. Saya ingat betapa lamanya kita menunggu giliran di kelas. Saya ingat bagaimana kita masih sibuk latihan di kelas. Saya ingat ketika kita sudah bosan latihan dan akhirnya tidur-tiduran menunggu giliran ke-6 dipanggil. Saya ingat kakak Rotterdam dengan senangnya memberitau kita kelas lain pada salah, yang bendera terbalik lah, terlilit. Saya ingat waktu mereka bilang X-1 itu bagus dan bakal jadi saingan berat, sepertinya kita memang jodoh.

Saya ingat waktu kita masuk ke lapangan.

Saya ingat waktu kita disoraki kelas XII yang ramai karena habis BTA.

I remember how good we were.

Saya ingat ketika kita sampai di belakang masjid, kita langsung lega. Saya ingat Bram danpas kita langsung tepar, dasar lemah. Saya ingat betapa lelah namun bahagianya kita, sudah memberi yang terbaik.

Saya ingat semua orang memuji kita. Saya ingat orang-orang berkata kita pasti juara, sampai saya muak mendengarnya.

Saya ingat kita tidak juara. Apapun.

Saya ingat semuanya sesunggukan. Saya ingat orang-orang pada mengumpat ‘jurinya buta!’. Saya ingat orang-orang pada marah merasa dicurangi, padahal bukan mereka yang lomba. Saya ingat ketika kontroversi itu hampir memecah perang di 81. Saya ingat kita dikambinghitamkan, padahal kita cuma anak kambing.

Saya ingat kekecewaan ketika tahu bahwa poin kita langsung dikurangi karena Surat Peringatan yang bahkan kita tak tau kalau kita dapat, dua malah.

Saya selalu ingat rasa sakit hati itu.

Dan itulah yang selalu memotivasi gw untuk melatih X-2. Gw ingat janji gw dan Rafie, ‘Sepuluh dua tahun ini harus menang!’.

Namun besok, gw sudah harus menanggalkan atribut alumni X-2. Gw harus jadi orang yang tetap netral. Bukan jadi Adi Kadarisman sebagai Discours, tapi sebagai Adi Kadarisman yang Pengurus OSIS, Pengurus Paskibra, dan Panitia LTUB.

Maaf Discours dan Tentacle, kalau gw jarang terlihat ngajar, jujur itu bukan mau gw, tapi dipaksa keadaan.

Maaf kalau besok gw udah gak dukung kalian lagi.

Ini hari terakhir saya sebagai seorang alumni X-2, so today I would say…

GO TENTACLE! LET US DO THE BEST AND LET GOD DO THE REST!

Dan buat  semua kelas lain yang tampil besok,

Selamat Bertanding.

Trivias

February 25, 2009

001. Real name ? Adi Kadarisman
002. Like it ? Can’t change it anyway, so yes.
003. Nickname(s)? Adi, Kadar, Kadarisboy, di, man, mas, eh, woy.
004. Status ? status? dua tatus? single all the way
005. Zodiac sign ? Cancer. I don’t know what the disease looks like…
006. Male or female ? Male,  or according to situations
007. Elementary ? SDN 10 Pagi Pd. Kelapa, Jakarta Timur
008. Middle School ?  SMPN 252 Jakarta Timur
009. High School ? SMAN 81 Jakarta Timur
010. Hair color ? Black . Will turn white someday
011. Long or short ?  Impossible to have a long hair right now
012. Eye color ? White, with black spot  in the middle
013. Weight ? 57. truth.
014. Height ? around 165. damn question.
015. Righty or lefty ? Righty. Lefty when at toilettes
016. Loud or Quiet ? Quiet
017. Sweats or Jeans ? Jeans
018. Phone or Camera ? Camera Phone
019. Health freak ? Not just the health, I guess…
020. Piercings ? Nope
021. Do you have a crush on someone ? I’m very sure it wasn’t just a crush, It’s an explotion!
022. Eat or Drink ? Of course
023. Purse or Backpack ? Backpack
024. Tattoos ? Nope
025. Do You Like Yourself ? Very much
026. Current worry ? Wouldn’t be able to give the best, and then regret.

THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice ? Apple
028. Night or Day ? Evening
029. Sun or Moon ? Half Moon
030. TV or Internet ? Internet
031. PlayStation or XBox? XBox. It would be a different answer if  the question is PS2, not PS.
032. Kiss or Hug ? Depends on who’s hugging or kissing
033. Iguana or Turtle ? Turtles, they have shields to protect themselves from iguanas
034. Spider or Bee ? Spider. There’s no Beeman.
035. Fall or Spring ? Fall, even sometimes it hurts
036. Limewire or iTunes ? Limewire. Long Live Illegal  Music!
037. Soccer or Baseball ? Football

FIRSTS:
038. First surgery ? Sunat
039. First piercing ? Nope
040. First best friend ? M. Fahmi Kautsar
041. First Sport ?  Crawling
042. First award ? Jas Pengurus OSIS
043. First crush ? Teman TK, lupa namanya
044. First pet ? Ah I hate animals
045. First big vacation ? Jogja!
046. First big birthday ?  When I was 6

CURRENTLY:
047. Eating ? Chewing Gum
048. Drinking ? ludah
049. I’m about to ? Finish this post
050. Listening to ? Deep Purple – Highway Star
051. Singing ? The Cranberries – Zombie, just humming.
052. Typing ? How couldn’t I?
053. Waiting for ? This post to be finished!

YOUR FUTURE:
054. Want kids ?  Depends on my economy. hha kidding, of course yes!
055. When ?  Anytime my wife is ready
056. Want to get married? YES. With ‘the one’.
057. When ? Anytime she is ready
058. Where Do You Want To Live ? Near our parents house
059. Careers in mind ? Lawyer,  Minister
060. What Did You Want To Be When You Were Little ? older
061. Mellow Future Or Wild? Mix of  both at the  right time
062. Something You Would Never Try ? Hurt her

WHICH IS BETTER WITH GIRL/BOY?
063. Lips or eyes ?  Eyes
064. Shorter or taller? Shorter, but not waaay shorter
065. Romantic or spontaneous ? Spontaneous
066. Nice stomach or nice arms ? Nice person, with nice arms and nice stomach
067. Sensitive or loud?  Both
068. Hook-up or relationship ? Relationship
069. Trouble maker or hesitant ?  Hesitant
070. Hugging or Kissing ? Kissing, when we’re legal to
071. Tan Skinned or Light ?  Any, as long as it is her skin
072. Dark or Light Hair ? Dark hair
073. Muscular or Normal ? Normal

HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts ? Nope
075. Ran away from home ? Once, to an empty house next to mine.
076. Held a gun/knife for self defense ? Only when at Counter Strike
077. Killed somebody ?  Just animals
078. Broken someone’s heart ? How could I possibly know?
079. Been arrested ? Nope
080. Cried when someone died ? Nope
081. Kissed A Stranger ? I would love to!
082. Climbed Up A Tree ? Nope
083. Liked A Friend As More Than A Friend ? Everything starts from friendship…

DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself ? Yes, maybe too much
085. Miracles ?  Yes, but I wouldn’t hope for it
086. Love at first sight ? No, it’s love at the 1000th sights
087. Heaven ? Yes
088. Santa Claus ? Nope
089. Kiss on the first date ? Nope

ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now ? Yes
091. Do You Like Someone ?  Not just ‘like’
092. Are you seriously happy with where you are in life ? No
093. Do you believe in God ? Yes

LASTS
094. Recieved/Sent Text Message ? Ola
095. Received Call ? Dito
096. Call Made ? Inar
097. Comment On MySpace ? Nope
098. Missed Call ? Some private number
099. Person You Hung out With ? Sekra!
100. Post as 100 truths and tag : My mom, when she own a blog!

Beginilah orang iseng.

Savior

February 15, 2009

(Dibuat setelah mengikuti kegiatan Tafakkur Alam, jadi masih bernafaskan religi, bukan udara)

Hal pertama yang gw lakukan setelah pulang TA, adalah menuju ke komputer, buka internet, dan mencoba menyampaikan keluh kesah di blog ini.

(Sebenernya sih buka pintu dulu, lalu ucap salam)

Kegiatan ini memang sengaja gw ikuti dengan tujuan untuk melepaskan diri dari kepenatan dunia dan sejenak menikmati alam. Dan gw sama sekali gak keliru buat ikut.

Tempatnya Gokil!

Maaf, salah.

Tempatnya, Subhanallah!

Sistem respirasi terasa sangat lancar di sana, gw ampe mabok oksigen saking banyaknya pohon rindang.

Dan gw ngerasa jadi lebih cool.

Memang tempatnya dingin banget. Kawan-yang-sangat-terbiasa-dengan-udara-panas-di-gurun sampai harus meringkuk di balik selimut, tapi tidak menjadi musuh tentunya.

Pastinya banyak cerita menarik di TA, tapi gw gak mau nyeritain di blog yang begitu dimuliakan ini dengan gratis. Makanya ikut!

Gw pake judul ‘savior’ bukannya tanpa alasan. Kegiatan ini memang jadi semacam ‘penyelamat’ buat gw. Kayak yang gw bilang ketik diatas, gw benar-benar sedang dihinggapi kepenatan dan kemuakan. Berasa kayak ada tumor di dada, membuat gw menjadi sesak. Cara untuk mengeluarkannya cuma satu: Bicara. Tapi gw sendiri belum tau ke siapa dan kapan.

Ikut TA, tumor itu memang gak hilang sepenuhnya, tapi paling nggak gw sempet punya waktu untuk lupa kalo gw punya tumor.

Jelek juga ya, dianalogikan pake tumor. Tapi gw gak tahu lagi harus disebut apa ‘penyakit hati’ ini.

Positifnya, penyakit ini udah bikin gw makin produktif. Gw udah bikin 12 tulisan dalam 4 hari, semua bertemakan sakit hati. Tapi pastinya gak mungkin semuanya gw publikasikan di sini.

Payah, padahal disuruh Monsieur buat bikin puisi yang temanya gembira. Tapi kalo kayak gini, gw beneran gak mood buat nulis sesuatu yang gembira sedangkan suasana hati masih tenggelam dalam pilu.

Snack Pilu Garuda.

Ah, APAAN sih gw.

Yang jelas, terima kasih banyak TA! Terima kasih Panitianya! Terima kasih Cibodas! Terima kasih Allah!

Valentine?

Just like another day, passing by without any trace. Not because I don’t have a lover. Cause there’s just no point celebrating it. Why should 14 Feb, chocos and pinks, when you can give your love anywhere, with anything, and at anytime?

Guess I should wrap this up now. Still got a life to live.

ADIos!

The Man

January 26, 2009

(Gw yakin pasti pada nungguin postingan TO dari gw, hahaha. Maaf kalau ga sesuai harapan)

I’m holding on an important role. It’s pretty much that I’m responsible for almost everything corelated to Solaris.

I’m the one who would gather them all in one spot.

I’m the one who’s planning the show.

I’m the one who become ‘the leader’ in the field.

I’m the one who had to get up earlier than everyone else to prepare everything.

I’m the one who had to set up the route and make sure everyhing stays fine and everyone is at where they should be.

I’m the one who had to go through the rain in the dark, back and forth, to make sure everyone get what they wanted.

I’m the one who’s holding the light, with other men, go to each house to have a ‘war for the dignity’.

I’m the one who took the loser’s dignity.

I’m the one who argued with the best group, and I congrats the group.

I’m the one who should’ve thanked them, but I didn’t, thanks to ‘cloudy skies’.

I’m the one who would always stand until the end.

I’m the one who had to wear the same mask everytime.

I’m the one who would always be hated for my job.

I’m the one who’s holding the responsible for what they would become in future.

I’m the one.

I’m the man.

I’m Adi Kadarisman.